4 Agustus 2011


Saat Sang Pemangsa diMangsa



Bukankah saat mereka melihatmu begitu sempurna kau merasa begitu senang, bukankah saat mereka merasa kalau kau lemah akan menjadi semangat untuk menghabisi mereka dan berkata kalau kalian sebenarnya yang lemah karna terkecoh dengan kelemahan yang kusengaja. kehausan untuk lebih kuat, lebih pintar, lebih licik selalu dalam benakmu.. ia ku akui kalau kaulah sang pemangsa.

terlampau jauh kebelakang saat kau sadar untuk kembali saat kau ingin menjadi orang biasa saja yang saat sedih bisa menangis, saat senang bisa tertawa, dan saat kau butuh teman dia benar-benar menjadi teman untukmu tanpa sedikitpun melihat kelebihanmu. Tapi kau pemangsa, jangan terlihat nyata karna kemayaanmu adalah kelemahan mereka.

ketika sadar terlalu berat untuk menjadi seperti ini kau malah lebih kuat lagi, ketika ingin kau ubah semuanya malah kehilangan batas lipatanmu. kau ditakdirkan menjadi berbeda, kau pengecoh yang handal, kau ganas yang selalu berada diketinggian dan melihat mangsamu telah siap untuk kau tancapkan kuku-kukumu dan mencabik mereka kapanpun kau mau. semua terserah padamu, semua sesuai keputusanmu karna kau yang mempunyai raga ini dan kau yang mengendalikan rasa ini.

tersayat rasanya saat kau sadar diketinggian ini di kesempurnaan ini di durasi yang kau punya ini, makhluk tak berarti menggerogotimu sampai kau tak berdaya, lemah, dan mati terhina. lama terasa begitu berkuasa dan begitu tak tahu arti disakiti dicampakkan diperdaya dan dihina. kini saat kau lihat akibat perbuatanmu bukan korbanmu yang membalas tapi sesuatu yang tak pernah kau jamah menghempaskanmu jauh kebawah tanpa perlawanan sedikitpun, tanpa bisa kau perlihatkan kepada mereka yang kau sakiti pertahananmu melawan kematianmu.. yah kaulah sang pemangsa yang dimangsa dengan begitu hina.


selalu di setiap batas antara imajinasi dan real ada kebenaran pikiran. terlintas saat tak bisa lagi kau ubah semuanya bahwa mungkin kau tak akan begitu terhina saat mati jika tak begitu berkuasa saat hidup, tapi menjadi biasa saja bukanlah dirimu.. jika ada yang harus diubah adalah "rasa" .. posisikan rasamu pada mereka dengan begitu kekuasaanmu akan menjadi kekuatan mereka dan kelemahan mereka adalah bebanmu.,,


koisuru