27 Desember 2012

ανθρώπινος

Bagaimana kau memungut benang kehidupanmu yang dulu?

Bagaimana kau melanjutkan hidup?

Saat dalam hatimu.. kau mulai memahami

Bahwa tak ada jalan untuk kembali

Ada beberapa hal yang tak bisa disembuhkan oleh waktu

Beberapa luka yang begitu dalam

Yang mulai terasa sakitnya



Manusia Kerdil (04:16)

7 Desember 2012

Pantaskanku


Seperti gelap menunggu terang
Seperti hangat menunggu dingin
Seperti benci menunggu sayang
Seperti mendung menunggu hujan
Ku harap yang ku tunggu dariMu adalah rasa ini
Terang karena cahayaMu
Dingin karena hembusanMu
Sayang karena cintaMu
Hujan karena bekunya sudah sesuai aturan waktuMu
Sesungguhnya tak akan ku miliki dia selain dariMu dengan izinMu
I love you for a thousand more

28 Agustus 2012

kataMu yang baik-baik adalah untuk yang baik-baik pula



aku mencari Tuhan bukan diam
aku berdaya oleh kekuatanMu
caraku  atas kepercayaanMu
haruskah kali ini ku tak sekeras batu

Aku hanya lautan yang keji
Menunggu dan berderu
Menunggu janjiMu
Berderu memecah heningku

Kali ini ku adil
kataMu yang baik-baik adalah untuk yang baik-baik pula
adil sebagai hambaMU
yang seharusnya

Koisuru (10:16)

18 April 2012

Bertahta di dalam Kelam


Ketika sebuah anugrah diberikan ketika itu pula kaki berhak dipijakkan
Semestinya bukan perasaan tapi akal malah menjadi bumerang yang siap diayunkan
Seperti kata mereka bahwa cinta adalah anugrah bukan harapan
Seperti kataku kalau aku disini karena sebuah kehendak dari keadaan

                Diperbudak oleh kenyataan dan disebut dengan makhluk sempurna
                Bertahta tapi terhina
                Disembah dan diagungkan sebagai suatu anugrah
                Tertuju pada satu kata kalau kitalah yang terpedaya

Ungkapan apa yang pantas untuk dituturkan
Terlanjur ku menjadi segumpal cara
Benarkah cara ini??
Ataukah Kau berulah lagi??
Ku bertanya padaMu yang tahu akan segalanya..

Koisuru (23:04)
               

4 Maret 2012

Segumpal Perasaan




Ku sempatkan doa untukmu dan algoritmamu karna ku sayang
Fisik dan rasa ini adalah segumpal yang menyatu membawa dalam kemegahan perasaan
Tuhan,, Kau ciptakan untuk ku rasakan dan ku jadikan anugrahMU
Maka ketika Kau mengambilnya bahwa Kau ajariku untuk lebih dari biasanya

                             
                                Maaf Tuhan karna banyak anugrahMu yang tak ku rasa
                                Air mata, Kesedihan dan pencapaian ini
                                Ku percaya akan memantaskanku untukMu



Bismillah

Koisuru (23:29)


aku bisa hidup tanpamu tapi bukan berarti ku tak menunggu...

cukup dengan katakan   "menunggulah sedikit lebih lama"

koisuru (10:42) 

25 Februari 2012

nada itu









Tragedi di saat ku teramat aneh, sejuta sakit ini bukan bentuk kemurkaanMu.

Dia terlalu anggun saat memakai gaun itu, gadis kecil yang beranjak dewasa dan memancarkan pesona kecantikan.
Terlalu kau bermain sayang..

ku berkisah untukmu, alurmu, dan tipudayamu..  begitu bodoh diri ini yang terus saja merasa bahwa kau 
seorang dengan kepolosan wajahmu.. “Koisuru” panggilku untuk merangkulmu lagi.

Tangis memecah keheningan itu sesaat setelah kau terjebak dalam keabuan. Pantang untuk kau menoleh bahwa dirimulah yang kalah saat ini. Terancam dalam kevakuman dan terpedaya oleh keindahan.. kau bukan seperti ini sayang karna kau tangguh.

Kesalahan adalah sebuah janji untuk tak terulang. Nada itu adalah sebuah tekad untuk terus menuntun agar kau bisa menjauh menjauh menjauh.

Kelompokkan saja dan terus bernada, susun dan alurkan mereka.
Suatu saat ku butuh dirimu sayang, bahwa kau sakit tak akan pernah kutoleransi.. dirimu dan algoritmamu.

Koisuru  (09:20)
==